JALAN TANI KALUKUANG BIKIN PETANI MENGELUH! Sempit, Beton Retak, Papan Informasi Jadi Tanda Tanya!
Panjang 280 Meter, Lebar Cuma 1,5 Meter! Tepi Beton Rusak, Papan Informasi Sempat Dilepas, Transparansi Anggaran Rp110 Juta Dipertanyakan.
Dokumentasi kondisi jalan usaha tani di Kalukuang, Takalar. Kerusakan beton, lebar jalan, dan transparansi anggaran menjadi sorotan serta menanti penjelasan pihak terkait. (Foto: Tim Fokus-Indo.com)
TAKALAR, Fokus-Indo.com — Temuan pembangunan jalan usaha tani di Dusun Kalukuang, Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, kembali menjadi sorotan. Rabat beton yang baru dikerjakan saat tim media ini melakukan monitor setelah adanya info warga terlihat mengalami kerusakan pada sejumlah bagian tepi, sementara warga mengeluhkan lebar jalan yang diperkirakan hanya 1,5 meter pada hari sabtu 17 /10/2026
Persoalan lain muncul terkait keterbukaan informasi anggaran dan keberadaan papan informasi kegiatan.
Warga mempertanyakan manfaat pembangunan tersebut karena jalan dinilai menyulitkan pengguna ketika berpapasan maupun memutar sepeda motor. Mereka juga mengkhawatirkan akses tersebut kurang memadai untuk menunjang mobilitas alat pertanian, termasuk mesin panen padi jenis combine harvester.
"Sebelum jalan ini dikerja (rabat beton), saat melewati baik saja kendatipun ada kerikil yang agak besar. Namun, setelah pekerjaan, kami malah kesulitan saat mau putar sepeda motor, juga harus berhenti saat berpapasan," ungkap seorang warga petani yang sempat memberikan info langsung di lokasi pembangunan. Sabtu 17/20/2026
Warga berharap perencanaan lebih mengutamakan fungsi jalan daripada sekadar panjang pengerjaan.
"Kalau memang anggaran belum cukup untuk panjang jalan, setidaknya lebarnya dibuat baik. Percuma panjang, tetapi sulit digunakan petani," demikian harapan warga.
Persoalan semakin menjadi perhatian setelah warga mengaku tidak mengetahui sumber anggaran, nilai kegiatan, maupun volume pekerjaan karena tidak melihat papan informasi selama pembangunan berlangsung.
"Sejak pertama dikerja sampai selesai, kami tidak tahu ini bangunannya dari mana. Tidak ada papan informasi, Tidak ada juga sosialisasi sebelumnya," ungkap warga lainnya.
Terpisah, PPL yang dikonfirmasi media menyebut pembangunan tersebut berkaitan dengan Kelompok Tani Bajiminasa yang diketuai Herman Susanto.
"Yang saya tahu itu Kelompok Tani Bajiminasa, ketua atas nama Herman Susanto. Secara teknis dan anggaran, selanjutnya tidak ada koordinasi atau informasi lanjut ke PPL," ungkap PPL.Senin 19/10/2026.
Keterangan tersebut didukung dokumen Surat Keterangan Nomor 332/SKT/BPP-GL/VII/2026 tertanggal 14 Juli 2026 yang diperlihatkan kepada media. Dokumen itu mencantumkan Kelompok Tani Baji Minasa, Ketua Herman Susanto, beralamat di Dusun Kalukuang, Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong, dengan 22 anggota dan luas lahan 12,96 hektare. Kebutuhan yang dicantumkan adalah proposal jalan usaha tani.
Sementara itu, Herman Susanto, dg Naja, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut dilakukan dalam dua tahap dengan total anggaran yang disebut mencapai Rp110 juta.
Menurut Herman, pekerjaan tahap pertama telah mencapai sekitar 80 persen, sedangkan dana yang telah dicairkan sebesar 70 persen atau Rp77 juta. Ia menyebut panjang jalan 280 meter dengan lebar 1,5 meter, mengikuti petunjuk teknis dari kementerian melalui konsultan.
Terkait papan informasi, Herman mengaku pernah memasangnya, tetapi kemudian dilepas dengan alasan pekerjaan akan dilanjutkan ke tahap kedua. Menurutnya, papan informasi akan dipasang kembali setelah pencairan tahap kedua, dengan lokasi pemasangan di tembok sekolah.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan: mengapa papan informasi harus menunggu pencairan tahap kedua, sementara pekerjaan dan pencairan dana tahap pertama telah berlangsung?
Menanggapi kerusakan pada bagian tepi rabat beton, Herman menyebut kondisi tersebut disebabkan panas matahari.
"Retak itu karena panas matahari, untuk juknis dan RAB itu dari kementerian melalui konsultan," ucapnya. Ucapanya senin/19/10/2026.
Ia juga menyatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah desa, PPL, BPP, dinas terkait hingga pemerintah provinsi. Herman mengaku akan mengirimkan contoh papan informasi kepada media.
Terkait lebar jalan, Herman mengatakan dirinya pernah mengusulkan agar lebar ditambah meskipun panjang jalan dikurangi. Namun, menurutnya, usulan tersebut tidak dapat diubah karena petunjuk teknis dan RAB telah ditetapkan oleh pihak konsultan di provinsi yang disebut bernama Fahrul.
Temuan ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab pihak terkait: apa sumber anggarannya, bagaimana rincian penggunaan dana, siapa yang mengawasi pekerjaan, mengapa papan informasi dilepas, dan apakah kondisi beton telah sesuai spesifikasi?
Tim media masih berupaya meminta konfirmasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Takalar untuk memperoleh penjelasan mengenai sumber anggaran, spesifikasi teknis, mekanisme pengawasan, serta persoalan yang dikeluhkan warga. Namun, hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi dari pihak dinas belum diperoleh.
Laporan: Tim Fokus-Indo.com
Editor: Faisal Muang
Berita Terkait

Jalan Usaha Tani Rusak, Papan Informasi Tak Terlih
19 Oktober 2026
IRPOM TAKALAR Rp153 JUTA DISOROT! Rifai Disebut Pe
18 Oktober 2026
Menunggu Perbub Atau Menunggu Keputusan? Surat Pem
11 Oktober 2026