Bupati Takalar Gandeng Bank BTN, Dorong Digitalisasi Birokrasi dan Perkuat Layanan Publik
Makassar, Fokus-Indo.com — Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi digital. Langkah tersebut diperkuat dengan terjalinnya kerja sama antara Pemkab Takalar dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Takalar dan Bank BTN di Hotel Mercure Makassar, Jumat (28/8/2026).
Penandatanganan tersebut dihadiri Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, RCEO Kanwil Sulampua Bank BTN Romeo Daniel Mekenru Van Enst, Branch Manager Bank BTN Fahmi Susvianto, jajaran Bank BTN, serta sejumlah pejabat perangkat daerah Kabupaten Takalar.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat layanan perbankan bagi pemerintah daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat dan berbasis digital.
Dalam sambutannya, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan, kerja sama dengan Bank BTN merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kemitraan strategis untuk mendukung kebutuhan pemerintahan dan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi antara Pemkab Takalar dan Bank BTN sebenarnya telah berlangsung sebelumnya. Bahkan, dirinya bersama jajaran telah melakukan komunikasi dan pertemuan dengan pihak Bank BTN di Kantor Pusat BTN di Jakarta.
Komunikasi tersebut kemudian berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret melalui penandatanganan MoU.
“Ini berarti hubungan emosionalnya bagus. Tadi pagi baru salaman dengan Pak Romeo, padahal sebelumnya kami hanya chat-chat-an,” ujar Bupati dengan suasana penuh keakraban.
Bupati Daeng Manye menegaskan, Pemkab Takalar saat ini tengah melakukan transformasi birokrasi dengan menjadikan digitalisasi sebagai salah satu fondasi utama dalam meningkatkan efektivitas pemerintahan.
Ia menjelaskan, transformasi organisasi setidaknya membutuhkan perhatian pada tiga aspek utama, yakni people, process, dan IT.
People berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia, process menyangkut penyederhanaan proses birokrasi, sedangkan IT menjadi instrumen untuk mendukung sistem pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.
“Transformasi mengenal tiga, ada people, process, dan IT. Orangnya, prosesnya disederhanakan, kemudian berbasis IT. Kehadiran IT sekarang ini tidak bisa dinafikan lagi. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus,” tegasnya.
Menurut Bupati, perkembangan teknologi menuntut pemerintah daerah untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dalam membangun pelayanan pemerintahan yang lebih modern.
Selain digitalisasi layanan, Bupati Takalar juga mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan. Pola administrasi yang selama ini banyak bergantung pada dokumen fisik secara bertahap diarahkan menuju sistem digital dan paperless.
Bupati mengatakan, pengalaman transformasi digital yang pernah diterapkan dalam dunia korporasi ingin dibawa ke dalam tata kelola Pemerintah Kabupaten Takalar.
“Impian dan kebiasaan saya ini saya coba bawa ke Pemerintah Kabupaten. Apa pun layanannya, saya ingin digital semua sehingga sangat gampang,” katanya.
Melalui kolaborasi dengan Bank BTN, Pemkab Takalar diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi dalam mendukung tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Takalar membangun pemerintahan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, efisien dalam proses pelayanan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Laporan: Nurhayana
Editor: Faisal Muang
Berita Terkait
