Pertalite Langka di Takalar, Legislator Turun ke SPBU Kalukuan: Warga Rela Antre Panjang
Redaksi FOKUS-INDO.COM
13 September 2026
18:21 WITA
117 views
Daerah
Anggota DPRD Sulsel Hj. Nurul Fadillah Fahriana bersama anggota DPRD Takalar H. Hilal Hamsa memantau kondisi masyarakat di SPBU Kalukuan, Kecamatan Galesong, Takalar, Sabtu (12/9/2026).
TAKALAR, FOKUS-INDO.COM — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mulai menjadi perhatian serius. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah titik, salah satunya di SPBU Kalukuan, Desa Kalukuan, Kecamatan Galesong.
Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKB, Hj. Nurul Fadillah Fahriana, bersama anggota DPRD Kabupaten Takalar, H. Hilal Hamsa, yang turun ke lapangan untuk memantau kondisi sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat, Sabtu (12/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang harus rela mengantre panjang demi mendapatkan pasokan Pertalite yang tersedia di SPBU Kalukuan. Antrean kendaraan tampak cukup panjang, Sejumlah warga bahkan harus menunggu dalam waktu yang tidak sebentar untuk mendapatkan BBM yang menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
Di tengah keterbatasan pasokan, masyarakat mengaku kesulitan memperoleh Pertalite dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu pun berdampak terhadap aktivitas warga, khususnya mereka yang menggunakan kendaraan untuk bekerja dan menjalankan usaha.
Dalam kunjungannya, Hj. Nurul Fadillah Fahriana bersama rombongan menyempatkan diri berkomunikasi langsung dengan sejumlah warga yang sedang mengantre.
Ia mendengarkan berbagai keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan Pertalite serta berharap persoalan distribusi dan ketersediaan BBM tersebut segera mendapatkan solusi.
Menurut Hj. Nurul Fadillah, kondisi masyarakat yang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah dan pihak terkait.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi masyarakat seperti ini. Pemerintah tentu akan berupaya mencari solusi agar persoalan kelangkaan BBM ini dapat segera diatasi dan masyarakat kembali mendapatkan pelayanan yang normal,” ujar Hj. Nurul Fadillah.
Ia menilai ketersediaan BBM, khususnya bahan bakar yang banyak digunakan masyarakat, perlu dijaga agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terganggu.
Legislator perempuan tersebut juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Menurutnya, pembelian secara berlebihan justru dapat memperparah kondisi di lapangan dan membuat antrean semakin panjang.
“Kami berharap masyarakat jangan panik. Mari kita sama-sama menjaga kondisi tetap kondusif sambil menunggu solusi dari pemerintah,” pungkasnya.
Ia berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM di Kabupaten Takalar kembali normal.
Pemantauan langsung ke SPBU, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan persoalan yang terjadi di lapangan dapat menjadi perhatian dalam pengambilan kebijakan.
Kelangkaan Pertalite ini diharapkan segera teratasi sehingga masyarakat tidak lagi harus menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan BBM.
Laporan: Asruddin Jangga
Editor: Faisal Muang
FOKUS-INDO.COM
Berita Terkait

Takalar Jadi Pusat Peresmian Dapur MBG 3T, Daeng M
03 Oktober 2026
Kelurahan Pappa Jadi Mitra Bapas Kelas I Makassar,
15 September 2026
Penyaluran Bansos Beras di Kelurahan Pappa Disambu
15 September 2026